Satu Ummat

Meniti Jalan Menuju Kemuliaan Hakiki

Arsip untuk Mei, 2008

Keluar dari OPEC Tunjukan Migas Indonesia Dikuasai Asing

Ditulis oleh cecepeka di/pada Mei 30, 2008

Jurnal-ekonomi.org :: Keputusan pemerintah Indonesia keluar dari OPEC seakan-akan sebuah penghematan luar biasa. Sebagaimaa dikutip Antara (29/5), Meneg PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzeta menyatakan dengan keluarnya Indonesia dari OPEC maka negara dapat menghemat biaya sebesar US $2 juta. Bahkan katanya bayar iuran OPEC mahal.
Sebagai warga negara yang memiliki akal sehat tentu kita dapat membandingkan mana pemborosan dan mana yang tidak. Kepala Bappenas tidak membandingkan iuran OPEC dengan potensi pendapatan migas jika dikelola oleh negara dibanding bila diserahkan kepada investor. Bahkan untuk tahun 2007, cost recovery yang ditanggung negara mencapai US $8,338 milyar atau setara Rp 76,709 trilyun.
Cost recovery oleh kontraktor dihitung berdasarkan referensi atas harga minyak mentah yang berlaku di Indonesia dan harga gas aktual. Setelah kontraktor memulihkan semua biaya yang dikeluarkan, Pemerintah berhak memperoleh pembagian tertentu dari hasil produksi minyak bumi dan gas alam yang tersisa, selanjutnya kontraktor memperoleh sisanya sebagai bagian ekuitas (laba).

Asing Kuasai 84% migas Indonesia
Langkah pemerintah Indonesia keluar dari OPEC dengan alasan Indonesia bukan lagi ekportir migas menggambarkan bahwa pemerintah tidak memiliki migas kecuali migas yang digali dari lapangan-lapangan migas yang dikuasai Pertamina. Itu pun Pertamina dikondisikan sebagai perusahaan perseroan bukan sebagai badan milik negara, sehingga perlakuan terhadap Pertamina sama dengan swasta dan investor asing.
Sementara itu, dalam Diskusi Publik Dampak Kenaikan BBM di Jakarta (28/5), Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Erwin Usman menyatakan 84% produksi migas nasional dikuasai asing. “Sebanyak 329 blok migas di tangan asing. Jika diletakkan titik-titik pada peta Indonesia, maka Indonesia sudah tergadaikan,” katanya sebagaimana dipetik Antara.
Berdasarkan data yang dikemukakan oleh Erwin Usman, maka luas lahan konsesi migas yang diberikan pemerintah kepada investor mencapai 49,65% dari seluruh daratan Indonesia yang mencapai 192,257 juta hektar.
Dalam Buletin BP Migas No. 35 Januari 2008 halaman 3, dikemukakan untuk mencapai target produksi per hari 1,034 juta barrel pemerintah mengharapkan penggenjotan produksi dari 55 KKSK khususnya 10 KKSK terbesar. Perusahaan kapitalis asal Amerika Chevron Pacific Indonesia misalnya ditargetkan dapat berproduksi 376 ribu barrel per hari. Target produksi Chevron ini merupakan yang terbesar mencapai 36,39% target produksi migas nasional.

Politik Migas Islam
Sementara itu Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto mengemukakan pangkal permasalahan migas Indonesia adalah politik liberalisasi sektor migas yang dijalakan pemerintah selama ini. Akibatnya investor khususnya asing menguasai sebagian besar produksi dan ladang-ladang migas Indonesia.
Menurut Ismail Yusanto, seharusnya migas Indonesia dikelola berdasarkan Syariah sehingga kendali penguasaan dan pengelolaan migas ada di tangan negara bukan di tangan asing. Jika migas dikuasai negara, maka negara dapat menggunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. [Redaksi Jurnal Ekonomi Ideologis/HM]


Referensi
Antara 29 Mei 2008, Keluar dari OPEC, Indonesia Berhemat 2 Juta Dolar
Antara 29 Mei 2008, 84 Persen Produksi Migas di Indonesia Dikuasai Asing
Buletin BP Migas No. 35 Januari 2008
Jurnal Ekonomi Ideologis 27 Mei 2008, Pemerintah Lakukan Pelanggaran Konstitusi
Republika 24 Januari 2008, Cost Recovery Membengkak
Wikipedia, Kontrak Bagi Hasil


Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »

Konferensi Pendidikan Regional Kalimantan Membludak

Ditulis oleh cecepeka di/pada Mei 30, 2008


Gedung Sultan Suriansyah penuh sesak, gedung terbesar di Kalimantan Selatan ini pada hari Ahad, 25 Mei 2008 dipadati lebih dari 3000 orang yang penuh antusias mengikuti Konferensi Pendidikan Regional Kalimantan. Peserta datang dari seluruh kota dan kabupaten se-Kalsel dan beberapa kota/kabupaten di Kalteng dan Kaltim, sampai-sampai panitia harus menolak ribuan peserta yang ingin berpartisipasi pada acara ini karena tiket yang tersedia telah habis terjual.

Kegiatan yang diselenggarakan DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan ini mengambil tema “MOMENTUM SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL MENUJU PENDIDIKAN INDONESIA LEBIH BAIK”, dengan menghadirkan pembicara; Prof. DR. H. Wahyu, MS (Pakar Pendidikan Unlam), Drs. H. Humaidi Syukeri (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan), Ir. Dwicondro Triono, M.Ag (Pakar Pendidikan Nasional dari Yogyakarta) dan yang terakhir Ir. HM Ismail Yusanto, MM (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia).

Membludaknya peminat acara ini di luar dugaan panitia, menurut laporan dari ustadz Solihin Salam, SPd selaku ketua panitia, pada awalnya panitia hanya mencetak 2300 tiket dengan harga pertiket Rp 25.000,- dan Rp 50.000,-. Ternyata tiket yang diluncurkan pada 2 Mei bertepatan dengan momentum hari pendidikan langsung habis, hanya dalam hitungan hari, ketika dicetak ulang hingga mengoptimalkan kapasitas gedung pun kondisinya sama, sehingga mayoritas dari ribuan aktivis dan simpatisan HTI Kalsel yang sangat berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan kegiatan ini ke seluruh kota dan kabupaten se-Kalsel tidak kebagian tiket masuk.

Pendidikan Kita dan Permasalahannya

Dalam pemaparannya Prof. DR. H. Wahyu, MS menyampaikan Deskripsi Kondisi Seabad Pendidikan Di Indonesia Pada Umumnya Pada Umumnya dan Kalimantan Selatan Khususnya.

Adapun Drs. H. Humaidi Syukeri mengemukakan tentang program yang telah dijalankan oleh pemerintah propinsi dan target-target yang akan dicapai seperti program wajib belajar 9 tahun tahun di Kalsel yang harus berhasil pada tahun ini dan dinas pendidikan propinsi kalsel telah menyiapkan wajib belajar 12 tahun.

Sementara itu pembicara ketiga Ir. Dwicondro Triono, M.Ag mengungkapkan kritikan terhadap indikator-indikator keberhasilan pendidikan nasional yang dipaparkan oleh pembicara sebelumnya, bahkan seandainya seluruh program saat ini dilaksanakan pada institusi pendidikan TK hingga Perguruan tinggi berhasil sekalipun,, maka tidak akan membawa kemajuan bagi Indonesia, karena sistem pendidikan yang diadopsi pemerintahhingga hari ini hanya akan melahirkan output sebagai jongos bagi perusahaan-perusahaan asing. Sehingga Problem pendidikan kita pada hari ini harus di lihat lebih dalam dari problem yang nampak dipermukaan semisal masalah pengadaan sarana pra sarana, dan mahalnya biaya pendidikan. Dan pembicara terakhir Ir. HM Ismail Yusanto, MM membahas tema menggagas pendidikan Islam.

Suasana konferensi pendidikan semakin hidup dengan ditampilkannya aksi teatrikal yang dimainkan 25 orang pelajar SMA dari berbagai sekolah di Banjarmasin yang juga aktivis & simpatisan Hizbut Tahrir, teatrikal yang mengambil tema “Potret Pendidikan Negeriku” bercerita potret generasi muda yang berprilaku baik di hadapan guru dan orang tua di rumah tapi berprilaku negatif di belakangnya, seperti hobi dugem, narkoba, tawuran hingga kecanduan game & pornografi. Teatrikal yang berdurasi 15 menit ini juga memotret anak-anak putus sekolah yang harus bekerja mencari nafkah. menampilkan gambaran kondisi pendidikan di Indonesia

Acara ini diliput oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik, diantaranya Banjarmasin Post, Serambi Ummah, Radar Banjarmasin, TVRI Kalsel, Duta TV, Massa FM, Abdi Persada FM, dan puluhan media lokal lainnya.(Humas HTI Kalsel)

Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »

Galeri Photo:

Ditulis oleh cecepeka di/pada Mei 23, 2008

Aksi HTI Samarinda Menolak Rencana Kenaikan Harga BBM


Aksitolakbbm3

Ustadz Abu Zahro memaparkan kesimpulan hasil pertemuan antara delegasi HTI Samarinda dengan jajaran Pemda Kaltim


prepare aksi

Prepare alat sebelum berangkat aksi


Photobucket
Memahami materi wajib, sebelum aksi dilakukan..


Photobucket
Muslimah HTI Samarinda: Tolak Kenaikan harga BBM demi Ummat!!


Photobucket
Abi.. bersabarlah, bila Khilafah nanti tegak, kita mungkin tidak melakukan ini.


Photobucket
Tolak Kenaikan Harga BBM, Harga Mati..!


Photobucket
“Naiknya harga BBM menjadi bukti bahwa pemerintah negeri ini lebih membela corporate asing dari pada rakyatnya, sekaligus membuktikan bahwa kapitalisme telah gagal mensejahterakan rakyat!”Orasi Ustadz Abdul Hakim lebih membakar suasana yang sudah panas dengan teriknya matahari.


Photobucket
Keep Istiqamah


Photobucket
Generasi Dakwah


Photobucket
Belum Naik BBM saja Rakyat sudah menderita!!


Photobucket
Abi.. Bilakah aku besar nanti akankah negeri ini terus seperti ini..?


Photobucket
Bukti Kapitalisme telah GAGAL, Reformasi prematur hanya berbuah penderitaan Rakyat. Saatnya REVOLUSI!! terapkan SYARIAH ! tegakkan KHILAFAH!!


Ditulis dalam Galeri Photo | Leave a Comment »

Download eBook

Ditulis oleh cecepeka di/pada Mei 21, 2008

Kajian Islam


Kumpulan Nama-nama Islam untuk Anak Laki-laki
silahkan download disini
..Download..


Kumpulan Nama-nama Islam untuk Anak Perempuan
silahkan download disini
..Download..



Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi bag 1
..Download..


Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi bag 2
..Download..


Sirah Nabawwiyah, penyusun Dr. Mustafa As-Syibaie
..Download..


Kumpulan Bantahan terhadap Pemikiran JIL
..Download..


Sejarah Teks Al-Quran – Dari Wahyu Sampai Kompilasinya -
Prof. Dr. M.M al A’zami
..Download..

Ditulis dalam Download | Leave a Comment »

Khurafat dalam Obor Olimpiade

Ditulis oleh cecepeka di/pada Mei 21, 2008

sungguh pelik persoalan yang menimpa umat ini. Menjelang olimpiade di China tahun ini, api olimpiade sudah mulai dilarikan ke negeri-negeri yang ikut serta dalam acara dunia ini. Hanya sayang sekali, tak ada sedikitpun para pejabat dan ulama muslim yang menghukumi atas aktitas ini. Padahal dibalik tradisi api olimpiade ini terdapat kemusyrikan yang membahayakan akidah umat. Bila ada ada ritual yang bukan dari Islam seringkali dinyatakan bid’ah seperti tahlilan, tetapi dalam kasus ini tak ada satu pun yang menyatakan bahwa tradisi api olimpiade itu adalah bid’ah.

Api olimpiade, obor olimpiade, dan cahaya olimpiade semuanya merupakan nama-nama bagi satu lambang promosi olimpiade. Asal-usulnya berasal dari Yunani Kuno di mana sebuah api dibiarkan menyala sepanjang sambutan olimpiade kuno, serta memperingati dicurinya api ini dari dewa Zeus oleh Prometheus. Api ini diperkenalkan pada awalnya pada olimpiade 1928 di Amsterdam, dan sejak itu menjadi ritual tetap pada setiap penyelenggaraan olimpiade. Larian obor dari Yunani ke tempat penyelenggaraan olimpiade modern tidak ada dalam olimpiade kuno, sebaliknya hal itu diperkenalkan oleh Carl Diem, dengan dukungan Joseph Goebbels pada Olimpiade Berlin 1936 yang sempat diselubungi kontroversi dianggap sebagai cara menanamkan pemahaman Nazi.

Bagi masyarakat Yunani kuno, api membawa arti religius. Api suci ini dikisahkan pernah dicuri dari dewa-dewi oleh Prometheus. Maka, api dapat dijumpai di berbagai tempat di Olympia, Yunani. Sebuah api yang menyala secara berpanjangan disimpan di atas Hestia di Olympia. Ketika berlangsungnya Olimpiade yang memberi penghormatan kepada Zeus, api tambahan di kuilnya dan juga kuil ratunya Hera. Api Olimpiade modern dinyalakan di tempat-tempat di mana pernah didirikan kuil Hera.

Setelah kita melihat dengan jelas bahwa larian obor dan nyalaan obor ini ternyata berasal dari akidah khurafat masyarakat Roma dan juga merupakan peradaban (hadharah) kufur. Sedangkan Rasulullah melarang umat Islam mengikuti jejak langkah dan apa yang dilakukan oleh orang kafir, maka apakah layak umat Islam merayakan khurafat dan tahayul olimpiade ini? Dari Umar Radiyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Thabrani)

Apakah negeri-negeri kaum Muslim dan para penguasanya berbangga dengan menjalankan aktivitas yang dilakukan oleh penyembah api dan pemuja api ini? Tidakkah mereka merasa bahwa aktivitas itu sama halnya dengan kaum Majusi yang menyembah dan mendewa-dewakan api? Adakah pemerintah perlu berbangga karena tidak ada kekacauan dalam majelis yang berasal dari majelis keagamaan bangsa Roma? Apa pun alasan yang diberikan, siapa saja yang terlibat dengan aktivitas khurafat ini pastinya akan ditanya oleh Allah Swt di akhirat kela tentang apa yang mereka lakukan. Tidakkah ada mufti atau ulama yang ingin memberikan fatwa menolak kepercayaan dan amalah jahiliyyah ini?

Beginilah keadaan umat tatkala tak ada institusi penjaga akidah umat. Umat dengan mudah dilenakan dan dirusak akidah mereka dan dibiasakan dengan tradisi-tradisi ritual yang bukan berasal dari Islam. Belum lagi penyelenggaraan olimpiade yang hanya menguatkan ikatan rusak nasionalisme, hanya memperkuat kebanggan atas bangsa-bangsanya masing-masing. Padahal dengan paham nasionalisme inilah, Khilafah Islamiyah menjadi bubar. Racun ini telah dihembuskan atas kaum Muslim hingga saat ini. Ikatan ini dijaga dan dibangun terutama pada penyelenggaraan olahraga yang terorganisir menyebabkan umat senang dalam keterpecahbelahan. Sampai kapan tradisi rusak ini berhenti? Khilafah Islamiyyah kali kedua akan segera menghentikannya! [z/myk/syabab.com]

Ditulis dalam Aqidah, Tsaqafah | Leave a Comment »